Tentang Masa Depan yang Tidak Ingin Kamu Lihat

Ada jalan aspal yang basah.
Ada zebra cross yang sepi.
Ada lampu lalu lintas yang merah menyala.
Ada wanita di seberang jalan.
Ada rambut hitam yang menari bersama angin.
Ada gaun yang ujung-ujungnya basah menyentuh jalanan.
Ada payung kuning yang terbang.
Ada mata yang terbelalak.
Ada suara pekikan yang menyiratkan keterkejutan.
Ada kaki-kaki mungil yang menyebrangi zebra cross setengah jalan.
Ada lampu temaram menyinari tubuh jangkung yang membungkuk cepat.

Lalu payung kuning sekali lagi terbang bersama angin.
Ada bunyi klakson tiba-tiba menjerit.
Lalu lampu temaram menyinari sorot ketakutan.
Lalu kaki-kaki mungil berlari dengan gelisah dan lincah ke tepi jalan.
Lalu ujung-ujung gaun yang basah terinjak oleh kaki-kaki mungil.
Ada suara rem ditarik kuat-kuat.
Lalu suara pekikan menyempurnakan kepasrahan.
Ada suara berdebam memecah malam.
Lalu rambut hitam terurai bersetubuh dengan jalan aspal yang basah.
Lalu mata terbelalak menatap lurus penuh kekosongan.
Dan aku berdiri dalam kegelapan, ketakutan, kengerian, kegelisahan, dan kekosongan, terpaku.

Ada bunyi bus yang berjalan melibas angin dengan kecepatan penuh.
Ada mata yang membuka kemudian dan mengerjap-ngerjap pelan.
Ada sorot pandang keluar jendela, menatap lurus jauh ke depan.
Lalu jalan aspal, lampu temaram, zebra cross.

Lalu, wanita itu.

 

Advertisements

Give me a feedback:)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s